Belas Kasih Gereja menurut Ronald J. Sider sebagai Dasar Liturgi dan Diakonia

Authors

  • Angel Wotur Fakultas Teologi UKIT
  • Maria Tulangouw Fakultas Teologi UKIT

DOI:

https://doi.org/10.63536/arastamar.v1i4.79

Keywords:

Belas-Kasih, Pinjol, Liturgi, Diakonia

Abstract

Penelitian ini berlatarbelakangi gereja sering terjebak dalam pemisahan antara aspek spiritual (liturgi) dan tindakan sosial (diakonia). Di satu sisi, liturgi sering kali dianggap sebagai seremonial formal yang hanya berlangsung di ruang ibadah, sementara di sisi yang lain, diakonia sering kali diterapkan sebagai tindakan amal yang kurang memiliki dasar teologis yang kuat. Fenomena kemiskinan yang terstruktur dan ketidakadilan sosial mendesak gereja untuk merevisi pemahaman identitasnya. Pemikiran Ronald J. Sider memberikan sudut pandang “belas kasih” yang tidak hanya emosional tetapi juga bersifat struktural dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep belas kasih dalam pandangan teologi Ronald J. Sider. Mengembangkan konsep belas kasih tersebut sebagai jembatan teologis yang menghubungkan liturgi dan diakonia. Merumuskan penerapan praktis bagi gereja dalam menjalankan misi yang komprehensif di tengah tantangan sosial dan ekonomi. Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Analisis dilakukan pada karya-karya utama Ronald J. Sider, khususnya yang berkaitan dengan keadilan sosial dan gaya hidup sebagai orang Kristen. Data dianalisis secara deskriptif dan analitis serta diinterpretasikan melalui sudut pandang teologi praktis untuk menemukan relevansinya dengan praktik liturgi dan diakonia saat ini. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengintegrasian pemikiran etika sosial Sider ke dalam konteks liturgis. Sementara pemikiran Sider umumnya dibahas dalam konteks sosiologi agama atau etika ekonomi, penelitian ini secara khusus menjadikan “belas kasih” sebagai fondasi liturgi. Ini mengubah cara pandang liturgi dari hanya “ibadah vertikal” menjadi “perayaan keadilan” yang mendorong tindakan diakonia yang transformatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa belas kasih menurut Ronald J. Sider adalah bentuk ketaatan yang radikal kepada Kristus yang perlu termanifestasi dalam dua arah: Dalam Liturgi: Belas kasih berfungsi sebagai jiwa yang menghidupkan sakramen dan pemberitaan firman, sehingga ibadah bukanlah penghindaran dari dunia, melainkan pengutusan untuk menjangkau dunia. Dalam Diakonia: Belas kasih mengangkat diakonia dari sekadar bantuan sementara menjadi perjuangan untuk keadilan bagi orang-orang miskin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa liturgi yang sejati harus menghasilkan diakonia, dan diakonia yang hakiki merupakan wujud dari liturgi yang hidup. Keduanya dihubungkan oleh satu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barros, Danilo F., dan Guilherme Barsalini. “Debt: A Political–Theological Device Acting in Favor of the Neoliberal Ethos.” Religions 15, no. 3 (2024): 1–18. https://doi.org/10.3390/rel15030285.

Bria, Ion. “Liturgy after the Liturgy.” International Review of Mission 67, no. 265 (1978): 86–90.

Hamsin, Muhammad Khaeruddin. “Digital Lending in Smart Society: Legal and Sharia Perspectives on Consumer Privacy and Ethical Collection Practices.” SHS Web of Conferences 204 (2024): 07001. https://doi.org/10.1051/shsconf/202420407001.

Kamal, Islam. “A Revisit to the Prohibition of Interest-Bearing Loans: Impact of the Verses’ Clarity and Religious Authorities’ Interventions—A Comparison between the Three Abrahamic Religions.” International Journal of Ethics and Systems 40, no. 1 (2024): 1–21. https://doi.org/10.1108/IJOES-10-2024-0323.

Kehl, Leon. “Book Review: Nonviolent Action: What Christian Ethics Demands but Most Christians Have Never Really Tried by.” Toronto Journal of Theology 32, no. 1 (2025): 160–64. https://doi.org/10.3138/tjt.32.1.160.

Kim, Lydia H. “Digital Debt and Faith Communities: Pastoral Responses to Fin-Tech Exploitation.” Transformation 41, no. 2 (2025): 148–63. https://doi.org/10.1177/02653788241298765.

Muswubi, Takalani A. “A Missional View of the Good Samaritan Parable in Handling Neighbourliness in Christ’s View.” Verbum et Ecclesia 46, no. 3 (2025): a3292. https://doi.org/10.4102/ve.v46i3.3292.

Nass, Elmar. Christian Social Ethics: Biblical Foundations and Contemporary Challenges. Lanham, MD: Rowman & Littlefield, 2025.

Ndzi, Leonard. “Work and Worth: A Theological Response to Unemployment in a Global South Context.” Global Journal of Social Sciences 14, no. 2 (2025): 97–112. https://doi.org/10.15580/gjss.2025.1.052725097.

Sider, Ronald J. Rich Christians in an Age of Hunger: Moving from Affluence to Generosity. Revised edition. Nashville: Thomas Nelson, 2024.

Singh, Devin. “Sacred Obligations: On the Theopolitics of Debt and Sovereignty.” Dalam Assembling Futures: Economy, Ecology, Democracy, and Religion, 83–105. New York: Fordham University Press, 2024. https://doi.org/10.1515/9781531506575-006.

Thesnaar, Christo. “Trapped in Economic Vulnerability? Pastoral Theological Reflections on Poverty.” Religions 15, no. 12 (2024): 1505. https://doi.org/10.3390/rel15121505.

Wicker, Brian. “Review: Nonviolent Action: What Christian Ethics Demands but Most Christians Have Never Really Tried by Ronald J. Sider.” New Blackfriars 97, no. 1067 (2024): 133–35. https://doi.org/10.1111/nbfr.9_12181.

World Bank. Global Findex Database 2024: Financial Inclusion, Digital Payments, and Resilience in the Post-Pandemic Era. Washington, DC: World Bank, 2024. https://openknowledge.worldbank.org/.

Wright, Stephen I. “Where Is the Kingdom? Re-Imagining Economic Discipleship.” Expository Times 136, no. 4 (2025): 179–88. https://doi.org/10.1177/00145246251327799.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Belas Kasih Gereja menurut Ronald J. Sider sebagai Dasar Liturgi dan Diakonia. (2025). Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar, 1(4), 66-79. https://doi.org/10.63536/arastamar.v1i4.79