Membangun Harmoni Sosial melalui Toleransi Beragama: Analisis Hubungan Umat Kristen dan Buddha

Authors

  • Jerson Labobar Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Yansye Rengkung Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Gloria Kawatu Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Amazia Sahempa Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Dyara Natary Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Marhaeni Mawuntu Universitas Kristen Indonesia Tomohon

DOI:

https://doi.org/10.63536/arastamar.v2i1.95

Keywords:

Harmoni, Toleransi, Hubungan, Agama

Abstract

Kajian ini membahas tentang factor-faktor yang mempengaruhi relasi antar umat beragama dengan berfokus pada interaksi antara umat Kristen dan Buddha dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Tomohon. Kota Tomohon dipilih sebagai sebagai Lokasi penelitian karena memiliki reputasi sebaga salah satu daerah dengan Tingkat toleransi agama yang relative kuat di tengaah kemajemukan sosial dan budaya. Penelitian ini menggunaakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui analisis terhadap literatur ilmiah, pemberitaan media, serta dokumen yang relevan dengan konteks sosial keagamaan. Temuan kajian menunjukkan bahwa hubungan harmonis antara umat Kristen dan Buddha terbangun melalui praktik sosial yang menekankan dialog, kerja sama, dan partisipasi lintas agama. Peran pemuka agama, pemimpin lokal, dan tokoh masyarakat menjadi factor penting dalam menjaga stabilitas relasi sosial antar umat beragama. Selain itu, kearifan lokal Minahasa seperti mapalus dan Sitou Timou Tumou Tou, berfungsi sebagai landasan nilai yang memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan. Pendidikan multikultural dan penguatan literasi keagamaan turut berperan dalam membentuk sikap keberagamaan yang inklusif dan saling menghormati. Kajian ini menyimpulkan bahwa relasi Kristen dan Buddha di Kota Tomohon mencerminkan praktik kerukunan umat beragama berbasis komunitas yang memiliki signifikansi sosiologis serta relevan sebagai rujukan dalam pengembangan kajian toleransi dan kehidupan beragama di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albi Anggiti & Johan Setiawan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak, 2018.

Arifin, Achmad Zainul. “Implementasi Toleransi Umat Beragama : Telaah Hubungan Islam dan Kristen di Durensewu Pasuruan Jawa Timur.” Satya Widya: Jurnal Studi Agama 4, no. 1 (2021): 81–95. https://doi.org/10.33363/swjsa.v4i1.472.

Berdame, Jekson, Melki Tarumampen, Meily Meiny Wagiu, Remalia Putri Matsino, dan Gledis Elisabeth Brigita Djarang. “‘Sitou Timou Tumou Tou’: Misi Perdamaian Sebagai Pionir Meretas Kekerasan Di Manado.” DAAT: Jurnal Teologi Kristen 6, no. 2 (2025).

Bolo, Andreas Doweng, Purwanti Purwanti, Vabianus Louk, Mateus Elbert Biliyandi, Frederikson Pehan Ritan, dan Belasius Pantur. “Implementasi Pandangan Plato tentang Negara Ideal dalam Toleransi Umat Beragama di Indonesia.” FOCUS 3, no. 2 (2022): 63–70. https://doi.org/10.26593/focus.v3i2.6091.

Dadan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Persentase Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Agama Yang Dianut, 2023. 2024. https://sulut.bps.go.id/id/statistics-table/2/NzMyIzI=/persentase-penduduk-menurut-kabupaten-kota-dan-agama-yang-dianut.html.

Derung, Teresia Noiman. “Gotong Royong dan Indonesia.” SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral 4, no. 1 (2019): 5–13. https://doi.org/10.53544/sapa.v4i1.62.

Fitri Lintang, Fitri Lintang, dan Fatma Ulfatun Najicha. “Nilai-Nilai Sila Persatuan Indonesia Dalam Keberagaman Kebudayaan Indonesia.” Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 11, no. 1 (2022): 79–85. https://doi.org/10.33061/jgz.v11i1.7469.

Irawan Tri Aminudin dan Suryo Ediyono. “Pendidikan Multiultural Dalam Kehidupan Beragama Di Indonesia.” Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities 6, no. 02 (2025): 56–71. https://doi.org/10.22515/isnad.v6i02.12522.

Jafar N, Muhammad Kamil. “Torang Samua Basudara : Nilai Budaya dalam Menjaga Kerukunan Hidup Beragama di Kota Manado.” Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) 7, no. 1 (2021): 9. https://doi.org/10.24114/antro.v7i1.23497.

Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Toleransi, Kunci Merawat Kebersamaan di Indonesia. 2022. https://setneg.go.id/baca/index/toleransi_kunci_merawat_keberagaman_di_indonesia.

Latipah, Haerul. Perilaku Interleransi Beragama dan Budaya media Sosial: Tinjauan Bimbingan Media Literasi Media Digital di Masyarakat. 6, no. 2 (2023).

Malahayati, Nurul. “Peran Tokoh Agama dalam Mempertahankan Toleransi Antarumat Beragama.” Komunika: Journal of Communication Science and Islamic Dakwah 8, no. 2 (2024): 45–58. https://doi.org/10.32832/komunika.v8i2.17821.

Mangantibe, Veydy Yanto, dan Mario Chlief Taliwuna. “Toleransi Beragama Sebagai Pendekatan Misi Kristen Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 3, no. 1 (2021): 33–47. https://doi.org/10.37364/jireh.v3i1.56.

Mansi, La. “Fungsi Dan Peran Tradisi Mapalus Dalam Masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara.” Jurnal: Al-Qalam, 2007.

Nainggolan, Alon Mandimpu, Lidya Kandowangko, Yehezkiel Situmorang, Nency Aprilia Heydemans, dan Natalia Lahamendu. “Etos Kerja Mapalus dalam Penguatan Moderasi Beragama Masyarakat Kampung Jawa Tondano.” Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan 18, no. 1 (2024): 1–11. https://doi.org/10.38075/tp.v18i1.390.

Ninditya Fransiska. Wakil Presiden meresmikan Tomohon sebagai “kota toleransi.” 2021. https://en.antaranews.com/news/200549/vice-president-inaugurates-tomohon-as-city-of-tolerance?utm_source=chatgpt.com.

Pangalila, Theodorus, dan Jeane Mantiri. “Nilai budaya masyarakat Sulawesi Utara sebagai model pendidikan toleransi.” Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi 20, no. 1 (2020): 55–64. https://doi.org/10.21009/jimd.v20i01.15924.

Pangalila, Theodorus, dan Jeane Mantiri. “Nilai budaya masyarakat Sulawesi Utara sebagai model pendidikan toleransi.” Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi 20, no. 1 (2020): 55–64. https://doi.org/10.21009/jimd.v20i01.15924.

Pemerintah Kota Tomohon. Kota Tomohon Masuk Dalam 10 Besar Kota Paling Toleran Di Indonesia. 2022. https://tomohon.go.id/kota-tomohon-masuk-dalam-10-besar-kota-paling-toleran-di-indonesia/.

Pemerintah Kota Tomohon. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tomohon tahun 2023. t.t. Diakses 10 Januari 2026. https://tomohon.go.id/wp-content/uploads/2024/04/LKjIP_KOTA_TOMOHON_TAHUN_2023.pdf?utm_source=chatgpt.com.

Putra, Nopentus Yudie. Pancasila Dan Bhineka Tunggal Ika Adalah Fondasi Integrasi Bangsa Indonesia. (2024), t.t. https://doi.org/10.52075/p3k.v1i2.563.

Ricky Santoso Muharam. “Membangun Toleransi Umat Beragama Di Indonesia Berdasarkan Konsep Deklarasi Kairo.” Jurnal HAM 11, no. 2 (2020). https://doi.org/DOI:%2520http://dx.doi.org/10.30641/ham.2020.11.269-283.

Umarwan Sutopo. “Toleransi Beragama (Toleransi Mayarakat Muslim dan Buddha di Dusun Sodong Perspektif Islam).” Jurnal Al-Syakhsiyyah of Law and Family Studies 3, no. 2 (2021): 51.

Umihani. “Problematika Mayoritas Dan Minoritas Dalam Interaksi Sosial Antar Umat Beragama.” Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebuyaaan 20, no. 2 (2019).

Vebri Trivalda. “Implementasi Pembelajaran Terpadu Meningkatkan Literasi Keagmaaan Mahasiswa.” Prosiding “Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0,” t.t., 259.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Membangun Harmoni Sosial melalui Toleransi Beragama: Analisis Hubungan Umat Kristen dan Buddha. (2026). Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar, 2(1), 55-74. https://doi.org/10.63536/arastamar.v2i1.95